EXPLORAPHORIA 2012

Youth Exploration in Creativity and Sportivity for Indonesian Culture

lari jarak pendek 100M

PERATURAN DAN TATA LARI JARAK PENDEK 100 M

LIGA ANTAR JURUSAN 2010

EXPLORAPHORIA

LEMBAGA EKSEKUTIF MAHASISWA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

A. PESERTA

Peserta yang diperkenankan mengikuti pertandingan lari jarak pendek 100 adalah mahasiswa atau mahasiswi Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Mahasiswa atau mahasiswi Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia yang masih aktif angkatan 2007-2010.
  2. Sehat jasmani dan rohani.
  3. Jumlah pemain yang didaftarkan adalah sesuai dengan nomor-nomor yang akan dipertandingkan.
  4. Lengkap administrasi.
  5. Bersedia menaati peraturan dan tata tertib yang telah ditentukan.
  6. Setiap jurusan mengirimkan 3 (tiga) orang untuk bertanding.

B. SISTEM PERTANDINGAN

  1. Setiap jurusan mengirimkan 3 (tiga) orang sebagai wakil dari jurusannya untuk bertanding. Sistem yang dipakai adalah sistem gugur.
  2. Perlombaan ini menggunakan acuan Peraturan Perlombaan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) dan IAAF Handbook edisi 2009-2010.Seluruh peserta lomba tidak diperbolehkan melakukan Doping. Bila ada peserta yang ketahuan melakukan Doping, maka penitia pelaksana berhak melarangnya untuk mengikuti lomba
  3. Pertandingan dilakukan dalam 2 babak, yaitu: Babak Penyisihan dan Babak Final
  4. Diwajibkan lari dalam lintasan yang disediakan dan tidak menggangu lintasan lawan
  5. Start gaya jongkok
  6. Waktu yang paling cepat dan pertama yang melewati garis finish dinyatakan menang.

TAMBAHAN

START

  1. Start suatu lomba harus ditandai dengan sebuah garis putih selebar 5 cm. Penempatan atlet untuk semua jarak lomba harus diberi nomor urut dari kiri ke kanan menghadap ke arah lari.
  2. Semua lomba harus diberangkatkan dengan tembakan pistol starter atau alat start yang disahkan, ditembakkan ke atas setelah ia yakin bahwa semua atlet dalam keadaan siap dan dalam posisi start yang benar.
  3. Bila menurut starter belum semua atlet siap untuk melakukan start sesudah mereka berada dalam posisi ‘bersedia’, ia harus memerintahkan agar semua atlet untuk mundur dari garis start dan para Asisten Starter menempatkan mereka kembali di garis persiapan. Sesudah aba-aba “bersedia” atlet harus menuju ke garis start, mengambil posisi seluruhnya di dalam lintasan yang diperuntukkan baginya dan di belakang garis start. Kedua tangan dan minimal satu lutut harus menyentuh tanah, dan kedua kakinya harus menyentuh start blok. Pada aba-aba “siap” atlet harus segera mengangkat dirinya menuju ke sikap akhir start dengan kedua tangan tetap menyentuh tanah dan kedua kaki menyentuh tumpuan kaki pada startblok.
  4. Baik pada aba-aba “bersedia” atau “siap”, semua atlet secara serentak tanpa menunda waktu harus segera mengambil sikap yang sesuai dengan aba-aba tersebut.

LOMBA

(The Race)

Atlet lomba yang mendesak atau menghalangi atlet lain, sehingga menghambat gerak majunya, dapat dikenakan diskualifikasi dari event tersebut. Wasit memiliki wewenang untuk mengulang kembali lomba tanpa mengikut sertakan tiap atlet yang didiskualifikasi atau, dalam kasus seri, memperbolehkan atlet yang terkena akibatnya secara serius (selain yang dikenai diskualifikasi), untuk ikut berlomba dalam babak berikutnya pada event tersebut. Biasanya atlet tersebut harus menyelesaikan lomba dengan upaya yang bonafide.

Tanpa mempertimbangkan apakah telah terjadi diskualifikasi atau tidak, dalam situasi tertentu, wasit juga mempunyai wewenang untuk mengulang kembali lomba bila menurut pertimbangannya hal ini cukup beralasan.

Lari di Lintasan Masing-masing. Dalam semua lomba lari di lintasan masing-masing, atlet harus tetap berada di lintasan yang dialokasikan kepadanya sejak start sampai finis. Kecuali yang dinyatakan pada ayat 4 berikut ini, jika Wasit yakin, atas laporan Judge atau Pengawas lintasan atau keduanya, bahwa seorang atlet telah berlari di luar lintasan yang seharusnya, dia harus didiskualifikasi.

• Jika seorang atlet didorong atau dipaksa oleh atlet lain untuk berlari di luar lintasannya, dan bila tak ada keuntungan material yang diperoleh, atlet tersebut tidak harus didiskualifikasi. Bila seorang atlet:

Berlari di luar lintasannya di bagian lurus, namun tidak ada keuntungan materil yang diperoleh atauÞBerlari di sebelah luar lintasannya pada tikungan, dengan tidak memperoleh keuntungan materialÞ dan tidak ada atlet lain yang terhambat karenanya dia juga tidak harus dikenakan diskualifikasi.ÞMeninggalkan Track.

• Seorang atlet, setelah dengan sukarela meninggalkan track, tidak diperkenankan untuk meneruskan lomba.
Check Mark.

• Kecuali dalam lomba lari estafet yang sebagian atau seluruhnya dilarikan pada lintasan terpisah, atlet tidak diperkenankan menggunakan “check mark” atau menempatkan benda pada track atau sepanjang sisi track lari sebagai bantuan.

 

F I N I S

(The Finish)

• Finis suatu lomba harus ditandai dengan garis putih selebar 5 cm.

• Kedatangan atlet harus diurutkan menurut bagian tubuhnya (yaitu: torso, yang dibedakan dari kepala, leher, lengan, tungkai, tangan atau kaki) yang menyentuh bidang vertikal pada sisi terdekat garis finis seperti tersebut di atas.

• Dalam lomba yang ditentukan berdasar jarak yang ditempuh dalam suatu selang waktu tertentu, Starter harus menembakkan pistolnya tepat satu menit sebelum akhir lomba untuk memberitahu atlet dan Judge bahwa lomba itu hampir berakhir. Starter diarahkan oleh Ketua Pencatat Waktu, dan pada saat yang tepat, dia akan menandai berakhirnya lomba dengan menembakkan pistolnya lagi. Pada tembakan yang menandai akhir lomba, para Judge yang ditunjuk harus menandai yang titik tepat tempat atlet menyentuh track untuk terakhir kalinya sebelum atau serentak bersamaan dengan tembakan pistol tersebut. Jarak yang dicapai diukur ke meter yg lebih pendek di belakang titik tersebut. Minimal satu Judge harus ditugasi untuk tiap atlet sebelum start lomba dimulai untuk tujuan penandaan jarak yang ditempuh.
HASIL – SAMA

(Ties)

Hasil sama dipecahkan dengan cara sebagai berikut :

Untuk menentukan adanya hasil sama, dalam babak penentuan lolos ke babak berikutnya yang didasarkan atas waktu, Ketua Judge Foto Finis harus memperhatikan waktu sebenarnya yang dicapai oleh atlet sampai 1/1000 detik. Jika masih sama maka atlet-atlet yang memperoleh hasil sama ini harus dinyatakan maju ke babak berikutnya atau, jika hal tersebut tidak memungkinkan, harus dilaksanakan undian untuk menentukan siapa yang akan masuk ke babak berikutnya. Jika kasus hasil sama terjadi pada kedudukan pertama dalam final, bila memungkinkan, Wasit berwenang untuk menentukan lomba ulang bagi atlet yang membuat hasil sama. Jika tidak memungkinkan, maka hasil sama tetap berlaku. Hasil sama untuk kedudukan lainnya tetap.

PENENTUAN LINTASAN

Penentuan lintasan dan urutan giliran peserta lomba ditentukan oleh panitia pelaksana saat memasuki lapangan lomba setelah pemanggilan.

 

PERATURAN SELAMA LOMBA BERLANGSUNG

Selama lomba berlangsung, para peserta dilarang:

• Mencuri start

• Melakukan body contact dengan peserta lain

 

C. JADWAL PERTANDINGAN

Jadwal pertandingan yang tercantum pada pengumuman menjadi dasar atau pegangan untuk dumulainya suatu pertandingan. Kemungkinan diajukan atau diundurkan suatu pertandingan oleh karena terjadi Walk Out (W.O) atau hal lain. Menejer atau peserta bertanggung jawab untuk mengetahui sendiri perubahan-perubahan tersebut. (Panitia mengeluarkan pengemuman)

 

D. PROTES

  1. Protes yang bersifat technis akan diputuskan oleh wasit.
  2. Keputusan wasit bersifat final.

Peraturan yang belum tertera akan diputuskan oleh panitia secara bijaksana sesuai situasi dan kondisi dilapangan.

« Liga Antar Jurusan (LAJUR)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: